betvictor China_Online Gaming Forum_Indonesian Chess_Baccarat card type_Betting

  • 时间:
  • 浏览:0

KIIndonesiandonesiaalaIndonesiau kamu hobi Indonesianonton drama Korea, pasti sering melihat deretan orang-orang kaya yang memiliki perusahaan terkemuka dengan anak-anak yang tampan dan cantik. Mereka itulah yang nantinya akan menjadi pewaris perusahaan, dengan plot lanjutannya mungkin para anak konglomerat itu akhirnya jatuh cinta dengan orang biasa saja, satu-satunya bagian yang sulit terjadi di kehidupan nyata. Mungkin kamu jadi penasaran, lalu sebenarnya seperti apa kehidupan para orang super kaya ini aslinya. Di Korea mereka sering disebut chaebol.

Dilansir dari SCMP, Kim Dong Kwan memiliki sifat yang berbeda jauh dari ayah dan kakaknya yang cenderung lebih kasar, ia justru memiliki sifat yang kalem dan manis sebagai seorang pebisnis. Kini Kim menjabat sebagai CCO Hanwha Q Cells yang merupakan pabrik sel fotovoltaik solar yang merupakan pusat bisnis Hanwha. Salah satu hal lain yang menarik perhatian dari chaebol yang satu ini adalah pernikahannya yang menjadi sorotan karena ia memilih menikahi orang non-konglomerat. Wanita itu adalah mantan karyawannya. Wah, mirip di drama ya!

Dilansir dari SCMP, putri kedua dari pimpinan SK Group, Chey Tae-won mendapatkan pendidikan di Naval Academy pada tahun 2014, sebuah sekolah training untuk mengembangkan angkatan laut. Ia menjadi salah satu dari 18 perempuan yang diterima dari 120 setiap tahunnya. Ia mendapatkan hormat dari orang-orang atas keputusannya karena biasanya chaebol laki-laki justru selalu mencoba untuk menghindari wajib militer dengan berbagai alasan.

Dilansir dari News Article Insiders, ia sebelumnya hanya memegang bisnis kecil. Namun proses adopsi anak ini dilakukan dengan sangat detail lo, bahkan ada sumber yang mengatakann bahwa mereka sampai melibatkan cenayang untuk meramal masa depan perusahaan jika dipimpin kandidat anak angkat.

Walaupun kelima orang tersebut memiliki keturunan yang bisa dikatakan sudah ‘kaya dari sananya’ namun tetap tak bisa dimungkiri, mereka juga bekerja sangat keras untuk menjadi seorang pemimpin yang pantas dan tidak malah membuat perusahaan jadi bangkrut. Kalau mereka saja perlu usaha yang keras,alih-alih iri dengan kekayaannya justru berarti kita perlu usaha lebih ekstra lagi untuk mencapai mimpi yang dipunya. Intinya, lahir kaya tidak selalu menjamin kesuksesan siapa pun kalau memang nggak berusaha dan kompeten di bidangnya~

Chung Kyung-sun merupakan lulusan Korea University dan mendapatkan gelar master di America’s Columbia University yang menjadi seorang pemimpin di usaha non-profit Hyundai bernama Root Impact yang didirikan tahun 2015. Organisasi ini bergerak menjadi salah satu promotor terbesar di bidang co-working offices dan ekosistem perusahaan sosial di Seoul.

LG merupakan sebuah perusahaan yang membuat barang elektronik, kimia, dan telekomunikasi yang berasal dari dua perusahaan yang bersatu yaitu Lucky dan GoldStar pada 1983. Biasanya perusahaan ini akan mewariskan jabatan pada anak laki-laki pertama namun karena anak dari Koo Bon Mo, pemimpin LG meninggal pada tahun 1994 maka ia mewariskannya kepada anak adopsinnya yaitu Koo Kwang-mo.

Dilansir dari The Korea Herald, Park Seo Won merupakan seorang lulusan School of Visual Arts di Amerika. Ia menganggap dirinya sebagai seekor black sheep yang mana diartikan sebagai seseorang yang berusaha menggapai mimpinya di bisnis yang dianggap tidak familiar di keluarganya seperti periklanan, namun malah bisa membantu ayah dan pimpinan Dosaan dalam melewati masa kritis bisnis mereka.

Dilansir dari SCMP, chaebol adalah konglomerat di bidang industri besar di Korea Selatan. Biasanya industri ini dijalankan oleh seorang pemilik atau keluarga, juga terdiri dari para afiliasi yang dikontrol dengan sistem hierarki yang tegas. Lalu, siapa saja mereka di kehidupan nyata? Kita intip yuk bersama!

Dilansir dari Korea Herald, ia mewarisi semangat sang kakek yng mengatakan bahwa saat memulai sesuatu maka ia harus memiliki 90% keyakinan dan 10% kepercayaan diri bahwa ia akan sukses. Selain itu, tidak ada 1% pun bahwa ia akan gagal.