Apa Mirin Halal? Simak Penjelasan「Number of Texas Hold'em Poker」 dari MUI

  • 时间:
  • 浏览:0

NuNumber of Texas Hold'em Pokermber of Texas Hold'em PokerMerujuk pNumber of TexNumber of Texas Hold'em Pokeras Hold'em Pokerada bahan membuat mirin, lantas apakah mirin halal?

KOMPAS.com - Mirin merupakan salah satu bumbu yang umum digunakan untuk membuat aneka masakan khas Jepang.

Direktur Eksekutif LPPOM MUI, Ir. Muti Arintawati, M.Si kepada Kompas.com pada Kamis (09/09/2021) menuturkan bahwa mirin atau yang disebut dengan sweet sake berasal dari khamar atau alkohol sebagai bahan dasarnya.

Ilustrasi sweet sake.

Melansir dari laman Bonappetit, mirin bisa dipakai untuk memberikan rasa gurih pada masakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

“MUI tidak akan melakukan proses verifikasi pada produk yang menyerupai minuman beralkohol seperti mirin, sake, dan shoju. Produk tersebut tidak akan diproses untuk dibuktikan kehalalannya karena mengimitasi sesuatu yang haram” tambah Muti.

Walau dalam jumlah yang sedikit atau sangat sedikit untuk bumbu masakan.

Selain itu, mirin juga bisa digunakan untuk menggantikan takaran gula pada suatu resep masakan tradisional Jepang.

“Ada true mirin yang mengandung etanol hingga 14 persen. Lalu, ada mirin yang diencerkan, jadi kandungan etanolnya lebih rendah. Selain itu, ada juga mirin yang ditambah dengan bumbu-bumbu menjadi seasoning. Nah, selama bahannya asalnya dari mirin yang terbuat dari minuman beralkohol, itu tetap tidak boleh dikonsumsi.” tambah Muti.

Oleh karena mirin masuk kategori bumbu masakan non-halal, maka penggunaan mirin dalam masakan tidak dianjurkan.

Mirin itu sebetulnya mirip dengan sake tetapi kandungan alkoholnya lebh rendah dan rasa yang lebih manis. Oleh karena itu, mirin biasa disebut dengan sweet sake” jelas Muti.

Baca juga: 

Dalam wawancara daring kepada Kompas.com, Muti menyebutkan ada beberapa jenis mirin.

Baca juga: Resep Telur Rebus Ramen, Tanpa Sake dan Mirin Jadi Bebas Alkohol

Mirin berasal dari khamar, maka dari itu mirin tidak bisa dilakukan proses verifikasi kehalalannya.” jelas Muti.

Baca juga: Komposisi dan Pengganti Mirin pada Masakan Jepang

Bahkan menurut Muti, membuat bahan pengganti mirin dengan cara menyerupai atau mengimitasi alkohol tidak diperbolehkan. Pasalnya, bahan dasarnya sudah haram.